Eks Balai Kota

Bangunan Hotel Grand City Hall 4

Bangunan ini dirancang pada tahun 1909 oleh C. Boon, arsitek yang dipekerjakan oleh Deli Maatschappij tahun 1898-1911. Beberapa literatur mengatakan bahwa arsiteknya adalah Hulswit pada tahun 1900-an. Sebenarnya bangunan ini dirancang untuk De Javasche Bank tetapi dewan sentral direksi bank menolaknya. Kemudian Afdeelingstraad van Deli membelinya, sehingga dewan kota Medan memiliki keinginan akan aula perwakilan kota yang siap pakai.

Balai Kota pada awalnya merupakan salah satu unsur pemerintahan kolonial, sehingga lebih diperuntukkan bagi masyarakat Belanda dan yang mendukung keberadaannya.
Gedung ini pernah mengalami perbaikan pada tahun 1923. Jam besar pada ke-4 sisi menara ditaruh pada tahun 1913, yang merupakan persembahan milyarder dan juga kapten Tionghoa, Tjong A Fie yang dibuat oleh Firma Van Bergen di Heiligerlee (Belanda) yang saat itu dapat mengeluarkan bunyi lonceng (carillon). Dulunya tempat ini pernah menjadi kantor walikota Medan pada tahun 1945 dengan walikota Luat Siregar, dan hanya hingga tahun 1990 oleh Agus Salim Rangkuty, setelah itu gedung baru kantor walikota telah selesai dibangun. Kemudian, untuk membantu peran Pemko Medan dalam melestarikan bangunan eks Balai Kota, maka pemko Medan mengundang investor untuk berinvlai Kota tersebut. Sekarang Balai kota telah menjadi bagian dari loby hotel Aston.


Keterangan : Sudah ditetapkan dalam Surat Keputusan Walikota Medan Nomor 433/28.K/X/2021

Informasi Detail
Alamat:Jl. Balai Kota No. 2
Kel. Medan Barat, Kec. Kelurahan Kesawan
Penanggung Jawab:Hotel Grand City Hall
Status Kepemilikan:Perusahaan
No. Telp:-
samping
samping
Informasi Budaya Lainnya
RIA AGUNG NUSANTARA...
Drs. Monang Butar-Butar
LEBAH BEGANTONG...
Papan Nama jamaludin