Komplek Pasar Sentral ( Pusat Sentral )

Kompleks - 4

           Bangunan di Pusat Pasar yang dibuka pertama kalinya pada 1 Maret 1933 dirancang oleh seorang arsitek Belanda yang bekerja pada gementee Medan, Ir. J.H Valk. Gaya arsitektur Nieuwe Bouwen yang mendominasi bangunan di kawasan Pusat Pasar Medan dapat dimengerti sebagai salah satu bentuk persaingan khas daerah komersil melalui citra bangunan. Ciri khasnya ditandai dengan penggunaan beton sebagai material utama, atap datar, fasade yang sederhana dengan garis-garis horisontal yang keras, umumnya berwarna putih, jendela-jendela geometris tanpa ornamen, penggunaan bentuk lengkung pada sudut-sudut bangunan dan permainan massa bangunan dengan bentuk plastis (lengkung) atau setengah lingkaran yang terintegrasi dengan bentuk keseluruhan konstruksi.

           Awalnya pasar dibangun di beberapa tempat berbeda dimana masing-masing tempat hanya menjual satu jenis kelompok barang saja (pasar sayur, pasar ikan, pasar perkakas dapur, dll). Pasar dengan jenis penjualan seperti ini dirasa kurang efisien sehingga pemerintah kolonial saat itu membangun pasar yang mampu memenuhi segala kebutuhan di satu tempat, terutama kebutuhan pokok. Pemerintah Kotapraja Medan dalam sebuah sidang Gementeraad pada tanggal 29 April 1929 mengusulkan untuk membangun sebuah pasar di atas tanah bekas pacuan kuda yang oleh masyarakat disebut Pajak Lomba. Usul untuk mendirikan sebuah pasar besar yang dikelola pemerintah diterima dengan bulat. Pembangunan dimulai pada tanggal 2 April 1931 namun sempat tersendat akibat krisis ekonomi yang terjadi pada tahun tersebut. Pembangunan baru diselesaikan pada 21 Desember 1932. Sebelum dibangun pasar permanen, pasar tersebut awalnya dijadikan tempat berkumpulnya pedagang kecil pada hari-hari pasar. Karena jumlah pedagang yang melebihi kapasitas sehingga pajak Lomba mulai semrawut dan tidak tertampung, oleh karena itu diadakan perluasan pasar yang ditandai dengan pembangunan infrastruktur dan jalan pasar yang mulai digunakan pada tahun 1933 dan sejak saat itu disebut Pusat Pasar. Pada tahun-tahun awal kios-kios Pusat Pasar tidak banyak ditempati pedagang karena keadaan ekonomi yang kurang baik dan alasan bahwa memindahkan kios dari tempat asal ke Pusat Pasar akan merepotkan. Untuk mengatasi masalah ini, maka pada tahun 1942 ongkos penyewaan kios diturunkan hingga semurah-murahnya dan jumlah pembayaran disesuaikan dengan kesanggupan sang penyewa. Perkembangan pasar yang pesat menjadikan Pusat Pasar sebagai generator aktivitas komersial dan dinyatakan sebagai kawasan pasar terbesar di Medan hingga saat ini.
Informasi Detail
Alamat:Jl. Pusat Pasar
Kel. Medan Kota, Kec. Kelurahan Pusat Pasar
Penanggung Jawab:-
Status Kepemilikan:Perusahaan
No. Telp:-
2
3
Informasi Budaya Lainnya
RIA AGUNG NUSANTARA...
Drs. Monang Butar-Butar
LEBAH BEGANTONG...
Papan Nama jamaludin