Lapangan Merdeka

Bangunan Pemko Medan 5

Lapangan Merdeka (dulu bernama Medan Esplanade) adalah ruang terbuka publik yang memiliki sejarah yang menyertai permulaan Kota Medan dari awal hingga saat sekarang ini. Dimulai dari perpindahan ibukota (pada saat itu Sumatra Timur) dari Labuhan Deli ke tanah konsesi Kesultanan Deli di Kesawan, Belanda mulai mengembangkan infrastruktur untuk menunjang seluruh aktivitas perkebunan yang mereka kembangkan. Lapangan Merdeka merupakan lapangan sepak bola pertama di kota Medan. Pada masa kolonial Belanda sebagai tempat diselenggarakan pasar malam berikut upacara-upacara formal semasa Pemerintahan Hindia Belanda. Artinya, Lapangan Merdeka merupakan bagian dari fasilitas penunjang perkebunan dan fasilitas pendukung bagi masyarakat kolonial baik Inggris maupun Belanda saat itu. Pada masa kemerdekaan, lapangan merdeka menjadi tempat diselenggarakannya kejadian-kejadian penting. Muhammad Hasan, Mantan Gubernur Sumatera pernah membacakan proklamasi Kemerdekaan untuk pertama kalinya untuk wilayah Sumatra Timur dan diikuti dengan pengibaran sang Merah Putih di lapangan merdeka ini,yaitu pada tanggal 16 Oktober 1945, hingga saat ini Lapangan Merdeka selalu digunakan untuk tempat upacara peringatan kemerdekaan Indonesia setiap tahunnya. Lapangan Merdeka sebagai lokasi rapat umum rakyat ketika proklamasi, sosialisasi sumpah pemuda, dan penyatuan ikrar menolak PKI. Sampai tahun 1927, lapangan ini digunakan juga sebagai lapangan olah raga. Kemudian setelah tahun 1927, bagian tengah dari lapangan merdeka difungsikan sebagai taman. Lapangan Merdeka adalah titik nol kilometer Kota Medan yang berfungsi sebagai tempat berkumpul dan tempat perayaan, tempat olahraga serta acara pameran dan musik di kota Medan.
Informasi Detail
Alamat: Jl. Balai Kota, Kantor Pos, Jl.Pulau Pinang
Kel. Medan Barat, Kec. Kelurahan Kesawan
Penanggung Jawab:Pemko Medan
Status Kepemilikan:Perusahaan
No. Telp:-
2
3
Informasi Budaya Lainnya
RIA AGUNG NUSANTARA...
Drs. Monang Butar-Butar
LEBAH BEGANTONG...
Papan Nama jamaludin